Kalau kita sedang berkendara menuju Sarinah Manggarai dari arah Sudirman kita bisa lihat disebelah kanan jalan banyak sepeda yang dijajakan disanan. Jangan salah kebanyakan sepeda-sepeda itu adalah sepeda second atau bekas tapi masih bagus. Ya pasar rumput memang dikenal sebagai lokasi untuk mencari benda-benda seperti ini. Kebanyakan toko disana menjual sepeda untuk anak kecil dan dewasa dan juga ada baby stroller yang harganya sangat miring bila dibindingkan dengan harga yang ada di mall-mall besar.
Selain sepeda disana kita juga bisa temui berbagai perlengkapan kamar mandi baik bath tub, kloset, westafel dan lain-lain. Tentunya barang ini barang bekas tapi kalau diperhatikan sekilas memang seperti baru.
Kalau anda ingin membelikan sepeda untuk si kecil dan kebetulan sedang tengah bulan, ada baiknya anda mencoba untuk mencarinya di pasar rumput. Selain harganya yang murah, pilihannyapun beragam sehingga kita bisa puas memilih.
Sedangkan bila kita mencari sepeda untuk orang dewasa ada baiknya kita periksa dulu sepeda yang kita inginkan di toko resminya dan juga menanyakan harganya, karena nanti bisa-bisa kita malah tertipu, bukannya mendapatkan barang murah tapi malah barang second tapi harganya lebih tinggi dari di toko resmi.
lokasi : Pasaraya Manggarai(sebelum terminal Manggarai)dekat dengan komplek PM Guntur.
Thursday, February 25, 2010
Tuesday, February 16, 2010
Shoe Box
Toko satu ini memang mengkhususkan diri menjual sepatu import terutama dari benua Eropa. Letaknya tidak jauh dari Jakarta International School, tepatnya disebelah Hero Supermarket. Di toko ini kita bisa menjumpai sepatu pria maupun wanita baik sepatu resmi maupun casual. Mayoritas sepatunya berasal dari Italia, sehingga harganyapun berkisar diatas 1 jutaan.
Sebenarnya shoe box ini merupakan toko kedua dari toko sepatu yang ada di Mall Pondok Indah, Me Too. Sepatu yang di Me Too telah lama dipajang dan tidak ada pembelinya kemudian akan di display di shoe box. Namun hal ini bukan berarti sepatu yang ada di shoe box sudah ketinggalan, karena justru kalau kita ingin mendapatkan harga yang lebih murah dibanding ketika masih di Me too lebih baik tunggu sampai barang itu ada di shoe box. Lumayanlah apabila sepatu yang harganya diatas satu juta setelah sampai di shoe box turun harganya sampai 700 ribuan.
Tapi ada satu kekurangan berbelanja di shoe box, yaitu ukuran sepatu. Karena kebanyakan barang discount ukurannya hanya yang di display jadi kita tidak bisa meminta ukuran yang kita mau, karena untung-untungan. Biasanya ukuran yang ada disana ukuran besar, yaitu ukuran 8 keatas atau 42 keatas, jadi kalau anda mempunyai ukuran sepatu kecil ya anda kurang beruntung.
Kalau lagi beruntung kita bisa mendapatkan discount lebih dari 75 persen. Pernah disatu kesempatan saya mendapatkan sendal kulit yang harganya turun dari 1,2 juta jadi 150 ribu dan ukurannya tinggal satu dan kebetulan sesuai dengan kaki saya. Ya di zaman seperti sekarang ini kita harus jeli dan harus lebih rajin mencari celah untuk mendapatkan barang mahal dengan harga miring ya dengan cara mencari tempat-tempat seperti shoe box ini.
Bila anda ingin sepatu berkualitas tapi keadaan dompet tidaklah terlalu bengkak, ada baiknya anda mencoba mencari sepatu di shoe box.
Selamat berbelanja.
Sebenarnya shoe box ini merupakan toko kedua dari toko sepatu yang ada di Mall Pondok Indah, Me Too. Sepatu yang di Me Too telah lama dipajang dan tidak ada pembelinya kemudian akan di display di shoe box. Namun hal ini bukan berarti sepatu yang ada di shoe box sudah ketinggalan, karena justru kalau kita ingin mendapatkan harga yang lebih murah dibanding ketika masih di Me too lebih baik tunggu sampai barang itu ada di shoe box. Lumayanlah apabila sepatu yang harganya diatas satu juta setelah sampai di shoe box turun harganya sampai 700 ribuan.
Tapi ada satu kekurangan berbelanja di shoe box, yaitu ukuran sepatu. Karena kebanyakan barang discount ukurannya hanya yang di display jadi kita tidak bisa meminta ukuran yang kita mau, karena untung-untungan. Biasanya ukuran yang ada disana ukuran besar, yaitu ukuran 8 keatas atau 42 keatas, jadi kalau anda mempunyai ukuran sepatu kecil ya anda kurang beruntung.
Kalau lagi beruntung kita bisa mendapatkan discount lebih dari 75 persen. Pernah disatu kesempatan saya mendapatkan sendal kulit yang harganya turun dari 1,2 juta jadi 150 ribu dan ukurannya tinggal satu dan kebetulan sesuai dengan kaki saya. Ya di zaman seperti sekarang ini kita harus jeli dan harus lebih rajin mencari celah untuk mendapatkan barang mahal dengan harga miring ya dengan cara mencari tempat-tempat seperti shoe box ini.
Bila anda ingin sepatu berkualitas tapi keadaan dompet tidaklah terlalu bengkak, ada baiknya anda mencoba mencari sepatu di shoe box.
Selamat berbelanja.
Sunday, February 14, 2010
Taman Puring
Dulunya taman puring lebih terkenal sebagai pasar loak. Tapi kini lebih dikenal sebagai tempat yang menjual barang-barang black market. Disini kita bisa menjumpai berbagai macam merk sepatu branded dengan harga miring. Tidak hanya sepatu, jam branded replikapun banyak ditemui dijual disini. Hampir sebagian mulai dari depan berisi mereka yang menjajakan jam tangan, sepatu maupun baju yang sedang in. setengah kebelakang baru diisi oleh para penjual alat elektronik maupun handphone. Sedangkan untuk barang-barang bekas sudah bisa dibilang hampir tidak ada, karena kebanyakan dari mereka kini pindah berdagang dibawah jembatan fly over kebayoran lama.
Kalau anda ingin mencari sepatu Vans, Converse atau jam Tag Heur, Breitling dengan harga miring yang disinilah tempatnya. Satu yang perlu diwasapdai bila berbelanja disini adalah keamanan. Pasar ini selalu penuh dengan pengunjung sehingga berdesak-desakan merupakan makanan di tempat ini. Selain itu juga hendaknya apabila berbelanja disini apapun barang yang akan kita beli hendakna ditawar, karena biasanya penjualnya akan memberi harga yang tinggi atau harga yang ada di toko.
Kalau anda ingin tampil upto date tapi kantong agak tipis, tempat ini bisa dijadikan alternatif untuk berbelanja.
Lokasi : samping taman gandaria, disebelah polsek taman puring.
Kalau anda ingin mencari sepatu Vans, Converse atau jam Tag Heur, Breitling dengan harga miring yang disinilah tempatnya. Satu yang perlu diwasapdai bila berbelanja disini adalah keamanan. Pasar ini selalu penuh dengan pengunjung sehingga berdesak-desakan merupakan makanan di tempat ini. Selain itu juga hendaknya apabila berbelanja disini apapun barang yang akan kita beli hendakna ditawar, karena biasanya penjualnya akan memberi harga yang tinggi atau harga yang ada di toko.
Kalau anda ingin tampil upto date tapi kantong agak tipis, tempat ini bisa dijadikan alternatif untuk berbelanja.
Lokasi : samping taman gandaria, disebelah polsek taman puring.
Restoran TRIO
Salah satu restoran chinese favorit saya adalah RM TRIO. Letaknya di Gondangdia tidak jauh dari bakmie gondangdia. Menu disini bisa dibilang lengkap walaupun harganya cukup mahal. Mungkin bila anda mendengar cukup mahal tentunya akan membayangkan ruangan ber AC dan mewah, tapi justru anda akan terkejut bila makan disana. Setahu saya, sejak dulu saya makan disana sampai sekarang tampaknya pemiliknya tidak berkeinginan untuk memperluas restorannya. Bahkan dekorasinya sampai sekarang tidak berubah dengan mayoritas warna hijau menghiasi dindingnya.
Makanan favorit saya disini adalah sup asparagus dan juga kepiting cingkong. Keduanya adalah juara menurut saya. Sedangkan untuk makanan lainnya bisa dibilang mempunyai rasa diatas rata-rata, jadi harga yang ditawarkan sesuai dengan rasa dan kualitasnya. Bila anda ingin mencoba makanan chinese yang baik tapi enggan dengan tempat yang terlalu resmi dan lebih kepada suasana makan malam santai bersama keluarga, tempat ini cocok untuk anda coba.
Lokasi : Gondangdia.
Makanan favorit saya disini adalah sup asparagus dan juga kepiting cingkong. Keduanya adalah juara menurut saya. Sedangkan untuk makanan lainnya bisa dibilang mempunyai rasa diatas rata-rata, jadi harga yang ditawarkan sesuai dengan rasa dan kualitasnya. Bila anda ingin mencoba makanan chinese yang baik tapi enggan dengan tempat yang terlalu resmi dan lebih kepada suasana makan malam santai bersama keluarga, tempat ini cocok untuk anda coba.
Lokasi : Gondangdia.
Mie Si Boy
Bagi mereka yang berdomisili di pusat mungkin akan lebih mengenal bakmie gang kelinci dibanding dengan mie si boy, tapi keduanya menurut saya hampir sama. Selain karena keduanya sudah ada sejak lama dan juga keduanya termasuk dapat disamakan dengan bakmie gajah mada. Ya bakmie si boy memang sudah ada sejak lama. Dulunya restorannya terletak tepat diseberang gerbang masuk pasar Mayestik namun karena satu dan lain hal, akhirnya mie si boy pindah kedalam area pasar mayestik.
Dari segi rasa, mie si boy tidaklah berbeda jauh dengan mie gajah mada. Hal ini karena mungkin mie si boy dikelola oleh orang keturunan sehingga resepnya mungkin berbeda dengan mie ayam kebanyakan. Dulu saat masih kecil saya biasanya memesan satu porsi, namun kini tampakya satu porsi belum cukup untuk memenuhi hasrat perut ini. Ada satu yang menarik di restoran ini, yaitu pegawainya yang hampir semuanya masih sama seperti dulu ketika saya pertamakali makan disana.
Kalau anda sedang berbelanja di pasar Mayestik, sempatkanlah untuk mampir ke restoran ini dan mencoba mie ayam atau baksonya. Dijamin anda tidak akan kecewa.
Lokasi : area pasar Mayestik(belakang).
Dari segi rasa, mie si boy tidaklah berbeda jauh dengan mie gajah mada. Hal ini karena mungkin mie si boy dikelola oleh orang keturunan sehingga resepnya mungkin berbeda dengan mie ayam kebanyakan. Dulu saat masih kecil saya biasanya memesan satu porsi, namun kini tampakya satu porsi belum cukup untuk memenuhi hasrat perut ini. Ada satu yang menarik di restoran ini, yaitu pegawainya yang hampir semuanya masih sama seperti dulu ketika saya pertamakali makan disana.
Kalau anda sedang berbelanja di pasar Mayestik, sempatkanlah untuk mampir ke restoran ini dan mencoba mie ayam atau baksonya. Dijamin anda tidak akan kecewa.
Lokasi : area pasar Mayestik(belakang).
Sop Kaki Kambing Irwan
Sop kaki kambing Irwan merupakan salah satu tempat makan favorit saya. Yang pertamakali mengenalkan tempat ini adalah papa saya. Biasanya pada akhir pekan kami sekeluarga akan pergi keluar untuk menghabiskan waktu bersama yang biasanya diisi dengan acara makan malam di tempat favorit kami. Papa saya mengenalkan makanan ini dengan memesankan otak dan lidah buat saya karena saya masih belum bisa makan kaki kambing yang memerlukan keahlian khusus untuk memakannya(karena lebih banyak tulangnya daripada dagingnya). Kuah sopnya yang dicampur dengan susu membuat rasanya istimewa berbeda dengan sop lainnya(ini sih kata papa saya, katanya kuanya itu adalah susu Dancow). Tapi memang, rasa sop kaki kambing Irwan ini memang istimewa bila dibandingkan dengan sop kaki kebanyakan. Letaknya yang berada di Blok M disekitar PSKD IV membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi orang bahkan Irwan sang pemiliknya pernah tampil disalah satu televisi swasta.
Sekarang saya sudah tidak hanya memesan otak dan lidah saja, tapi saya sudah berani mencoba memesan kaki dan bahkan kadang-kadang bahkan organ tubuh yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh saya. Yang membuat tempat ini tetap ramai adalah karena adanya rasa kekeluargaan antara penjual dan pembelinya. Selain itu konsistensi rasa dan kualitasnya tidak berubah setelah bertahun-tahun lamanya.
Bila anda penggemar sop kaki kambing, saya rasa anda tidak akan rugi bila mencoba makan ditempat ini. Saya berikan 5 bintang untuk kelezatannya.
Lokasi : Pasar kaget di sekitar PSKD, depan jalan Melawai.
Sekarang saya sudah tidak hanya memesan otak dan lidah saja, tapi saya sudah berani mencoba memesan kaki dan bahkan kadang-kadang bahkan organ tubuh yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh saya. Yang membuat tempat ini tetap ramai adalah karena adanya rasa kekeluargaan antara penjual dan pembelinya. Selain itu konsistensi rasa dan kualitasnya tidak berubah setelah bertahun-tahun lamanya.
Bila anda penggemar sop kaki kambing, saya rasa anda tidak akan rugi bila mencoba makan ditempat ini. Saya berikan 5 bintang untuk kelezatannya.
Lokasi : Pasar kaget di sekitar PSKD, depan jalan Melawai.
Friday, February 5, 2010
Embassy
Embassy bisa dibilang merupakan salah satu discotik papa atas di Jakarta. Letaknya yang ada dipusat kota yaitu di Taman Ria membuat tempat ini menjadi tempat favorit bagi banyak clubbers. Selain itu letaknya yang berada di lantai dasar sehingga membuat kita tidak perlu repot-repot untuk naik lift ataupun tangga untuk masuk ke tempat ini(imagine kalo lagi kenceng terus mesti naik tangga dulu :( ). Embassy dulunya sebenarnya terbagi atas dua klub yang menyajikan musik yang berbeda. Embassy yang ada diatas tampaknya lebih kepada jenis musik trance dan ini bisa kita lihat dari para pengunjungnya, sedangkan dibawah atau O2 lebih kepada menyajikan musik house dan jadilah tempat ini sebagai salah satu barometer clubber yang ada di Jakarta.
Sudah banyak DJ wahid yang bermai disini tidak hanya para DJ lokal tapi DJ sekelas Tiestopun sudah bermain disini. Bila kita bandingkan denga banyak klub lain yang makin banyak bermunculan di ibukota tercinta ini, tampaknya Embassy telah menancapkan benderanya dalam scene dance di Jakarta.
Sebagai catatan, Embassy telah membuka cabangnya di Bandung dan juga Jogja dan dikedua kota tersebut Embassy mampu menjadi club yang terdepan dan menjadi barometer perkembangan musik dance di Indonesia.
Don't Drive Drunk, peace.
Sudah banyak DJ wahid yang bermai disini tidak hanya para DJ lokal tapi DJ sekelas Tiestopun sudah bermain disini. Bila kita bandingkan denga banyak klub lain yang makin banyak bermunculan di ibukota tercinta ini, tampaknya Embassy telah menancapkan benderanya dalam scene dance di Jakarta.
Sebagai catatan, Embassy telah membuka cabangnya di Bandung dan juga Jogja dan dikedua kota tersebut Embassy mampu menjadi club yang terdepan dan menjadi barometer perkembangan musik dance di Indonesia.
Don't Drive Drunk, peace.
Aquarius Mahakam
Bagi anak muda penggemar musik tampaknya mustahil apabila tidak mengetahui Aquarius Mahakam, ya terutama yang ada di Mahakam karena selain disana Aquarius juga membuka outletnya di Jalan Iskandar Muda yang dekat dengan PIM. Namun akibat penjarahan yang dialaminya saat kerusuhan Mei 98, tempat tersebut lebih diprioritaskan untuk menjual CD ataupun DVD import. Kembali ke Aquarius Mahakam. Tempat satu ini tampaknya bagi saya masih menjadi tempat yang harus didatangi setidaknya sebulan sekali. Selain untuk melihat album baru yang sudah keluar tapi juga untu melihat atau mencari informasi tentang pertunjukan yang akan berlangsung. Aquarius seperti juga banyak toko kaset besar lainnya memang sering ditunjuk sebagai perwakilan yang menjual tiket dari show penyanyi dari luar negeri. Banyak orang yang mungkin lebih senang membeli tiket di Ibu Dibyo ataupun Duta Suara, tapi bagi saya Aquarius adalah tempat favorit saya, selain letaknya yang tidak begitu jauh dari rumah tapi juga karena pelayanannya. Saya tidak mengatakan bahwa ditempat lain tidak ramah hanya saja saya lebih merasakan sedikit rasa nyaman apabila ada disana. Suasananya yang tidak begitu ramai dan juga kita bisa dengan leluasa bertanya mengenai album musik yang kita cari.
Satu lagi alasan saya lebih memilih Aquarius Mahakam karena kebanyakan orang yang datang kesini hanya punya satu tujuan yang sama, jadi buat saya kita tidak perlu memikirkan apa yang kita pakai saat disana atau apakah bila memakai celana pendek akan dilayani atau tidak karena kebanyakan atau mayoritas pengunjungnya lebih fokus pada apa yang mereka cari daripada apa yang ada disekitarnya.
Satu lagi alasan saya lebih memilih Aquarius Mahakam karena kebanyakan orang yang datang kesini hanya punya satu tujuan yang sama, jadi buat saya kita tidak perlu memikirkan apa yang kita pakai saat disana atau apakah bila memakai celana pendek akan dilayani atau tidak karena kebanyakan atau mayoritas pengunjungnya lebih fokus pada apa yang mereka cari daripada apa yang ada disekitarnya.
Roti Bakar Edi
Roti Bakar Edi sangat terkenal terutama dikalangan anak muda tidak hanya karena rasanya tapi juga karena lokasinya yang strategis sehingga bisa digunakan oleh anak muda untuk bersantai ria dan juga bersosialisasi. Letaknya yang ada dibelakang sekolah Al Azhar membuatnya menjadi strategis dan banyak dikunjungi oleh anak muda. Roti bakar yang disajikan tidaklah jauh berbeda dengan kebanyakan roti bakar lainnya namun yang membedakan adalah kuantitas dari topping yang disajikan. Penyajian dari roti bakarnya yang besar dan isinya yang berlimpah membuat banyak orang ketagihan dengan roti yang satu ini. Disini sebenarnya tidak hanya ada roti bakar tapi kita bisa menjumpai beraneka macam makanan baik tradisional maupun oriental. Dan tampakya hal inilah yang membuat tempat ini menjadi ramai dikunjungi. Selain karena waktu bukanya yang bisa dibilang baru tutup menjelang pagi sehingga buat anak muda yang masih keluyuran di malam hari dan ingin mencari makanan dapat datang kesini.
Seperti saya sudah sebutkan diatas, sebenarnya tidak ada yang sangat istimewa dari roti bakar tersebut tapi apabila anda berada pada posisi kelaparang di malam hari menjelang pagi atau dini hari dan ingin mencari tempat yang strategis untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman saya rasa Roti Bakar Edi bisa menjadi lokasi yang anda inginkan tentunya selain di Mahakam yang terkenal dengan Gule tikungannya.
Selamat menikmati...
Seperti saya sudah sebutkan diatas, sebenarnya tidak ada yang sangat istimewa dari roti bakar tersebut tapi apabila anda berada pada posisi kelaparang di malam hari menjelang pagi atau dini hari dan ingin mencari tempat yang strategis untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman saya rasa Roti Bakar Edi bisa menjadi lokasi yang anda inginkan tentunya selain di Mahakam yang terkenal dengan Gule tikungannya.
Selamat menikmati...
Ice Cream Ragusa/Es Italia
Ya tempat satu ini merupakan tempat favorit saya sejak kecil. Mengapa favorit, karena dulu saat bepergian bersama keluarga untuk menghabiskan waktu saat akhir pekan tidak akan lengkap apabila tidak datang kesini untuk sekedar memesan ice creamnya dan memakannya di mobil. Ice Cream Ragusa konon menurut ceritanya sudah ada sejak zaman Belanda dan ini bisa kita lihat dari foto-foto yang dipajang di dalam restoran tersebut. Citarasa dari Ice cream ditempat ini sungguh istimewa. Susu yang menjadi dasar pembuatan ice cream tersebut begitu terasa dan juga cita rasa lainnya. Waktu saya kecil biasaya saya hanya memesan ice cream coklat yang single dan sangat kesal apabila papa saya memesankan Tutti Frutti, bukan apa-apa karena di dalam Tutti Frutti tersebut ada sejenis asinan yang tidak saya sukai. Ada satu hal lucu yang saya ingat dari masa kecil saya dulu, yaitu pada saat memesan biasanya papa saya menyebut kata single menjadi angkle, entah memang orang disana mengerti tapi setahu saya dari dulu pesanannya tidka pernah salah untuk diberikan kepada saya.
Letaknya yang ada disamping Mesjid Istiqlal memang tidak gampang ditemukan namun bagi mereka yang sudah lama mengenal tempat ini atau setidaknya orang tua kita pastilah tahu tempatnya. Sebenarnya tidak hanya ice cream saya yang dijajakan disini. Memang jajanan lain yang disajikan bukan berasal dari Ragusa namun bila kita coba sate dan asinan yang dijual disana cukup nikmat walaupun harganya tampaknya disesuaikan dengan kantong mereka yang banyak makan di Ragusa.
Ada satu lagi kekhasan dari tempat ini yaitu dengan adanya seorang pengamen yang tampakany sudah lama berada disana. Dengan gitar kosong dan ditemani harmonika biasanya pengamen ini membawakan lagu-lagu hits tempo dulu seperti lagu dari The Beatles ataupun grup zaman itu dan hal ini tampaknya menjadi nilai lebih bagi sebagian orang terutama orang-orang tua yang ingin bernostalgia sambil membawa anak-anaknya pada weekend. Kekurangan dari tempat ini hanya satu dan tampakanya itu memang disengaja karena dari dulu sampai sekarang hal itu tampak tidak pernah dirubah yaitu kapasitasnya yang tidak pernah diperbesar, jadi apabila kita datang pada saat ramai terpaksa kita harus menunggu sambil menelan ludah melihat orang lain atau anak kecil dengan sedapnya sendang menyantap Banana Splitnya.
Selamat menikmati...
Letaknya yang ada disamping Mesjid Istiqlal memang tidak gampang ditemukan namun bagi mereka yang sudah lama mengenal tempat ini atau setidaknya orang tua kita pastilah tahu tempatnya. Sebenarnya tidak hanya ice cream saya yang dijajakan disini. Memang jajanan lain yang disajikan bukan berasal dari Ragusa namun bila kita coba sate dan asinan yang dijual disana cukup nikmat walaupun harganya tampaknya disesuaikan dengan kantong mereka yang banyak makan di Ragusa.
Ada satu lagi kekhasan dari tempat ini yaitu dengan adanya seorang pengamen yang tampakany sudah lama berada disana. Dengan gitar kosong dan ditemani harmonika biasanya pengamen ini membawakan lagu-lagu hits tempo dulu seperti lagu dari The Beatles ataupun grup zaman itu dan hal ini tampaknya menjadi nilai lebih bagi sebagian orang terutama orang-orang tua yang ingin bernostalgia sambil membawa anak-anaknya pada weekend. Kekurangan dari tempat ini hanya satu dan tampakanya itu memang disengaja karena dari dulu sampai sekarang hal itu tampak tidak pernah dirubah yaitu kapasitasnya yang tidak pernah diperbesar, jadi apabila kita datang pada saat ramai terpaksa kita harus menunggu sambil menelan ludah melihat orang lain atau anak kecil dengan sedapnya sendang menyantap Banana Splitnya.
Selamat menikmati...
Duta Suara Sabang
Bagi sebagian orang Sabang merupakan tempat yang banyak didatangi oleh para turis manca negara namun bagi saya Sabang merupakan lokasi dimana terletak satu toko kaset yang super lengkap yang ada di Jakarta. Ya, disinilah toko kaset Duta Suara berada. Letaknya yang dipinggir jalan membuat siapapun yang ingin mencarinya tak akan melewatkannya. Pada saat kaset masih mengalami zaman keemasan, Duta Suara merupakan surga bagi para pencari kaset terutama mereka yang menyenangi musik barat. Bahkan dulu sebelum setiap kaset yang akan dijual diberi plastik ada masanya ketika kita masih bisa mencoba sendiri kaset yang ingin kita beli. Sejak pertama kali saya menginjakkan kaki ke toko ini nuansa mewah tapi bersahabat selalu menyapa. Disini kita akan bisa menemukan hampir semua kaset yang beredar secara resmi di Indonesia baik barat maupun lokal. Namun kini seiring semakin berkembangnya teknologi dan kaset tidak lagi begitu laku digantikan dengan piringan cakram CD tampaknya Duta Suara buat saya tidaklah sama lagi.
Dulu merupakan suatu keharusan bahwa 1 bulan sekali harus ke Duta suara sekedar hanya untuk melihat di bagian New Release melihat siapa saja artis pujaan saya yang telah mengeluarkan album baru. Namun kini dengan adanya internet dan sebagainya tampakany informasi itu langsung hadir di dalam kamar saya ketika saya login dengan internet. Ya tapi untuk sekedar mengingat masa keemasan kaset tidak ada salahnya anda mencoba untuk datang kembali ke Sabang dan singgah di Duta Suara. Karena di Sabang selain adanya Duta Suara tapi juga dikenal karena adanya Tukang Sate Telor yang istimewa. Namun jangan sampai tertipu karena yang asli hanya ada satu sedangkan yang lainnya hanya iktu-ikutan.
Dulu merupakan suatu keharusan bahwa 1 bulan sekali harus ke Duta suara sekedar hanya untuk melihat di bagian New Release melihat siapa saja artis pujaan saya yang telah mengeluarkan album baru. Namun kini dengan adanya internet dan sebagainya tampakany informasi itu langsung hadir di dalam kamar saya ketika saya login dengan internet. Ya tapi untuk sekedar mengingat masa keemasan kaset tidak ada salahnya anda mencoba untuk datang kembali ke Sabang dan singgah di Duta Suara. Karena di Sabang selain adanya Duta Suara tapi juga dikenal karena adanya Tukang Sate Telor yang istimewa. Namun jangan sampai tertipu karena yang asli hanya ada satu sedangkan yang lainnya hanya iktu-ikutan.
Thursday, February 4, 2010
Gule Tikungan
Jakarta bisa dibilang sebagai kota yang tak pernah mati. Setelah matahari tergelincir di ufuk barat maka geliat lain dari ibukota inipun mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Salah satu daerah yang tak pernah sepi dan selalu tampak ramai adalah bundaran di dekat Blok M Plaza. Saat malam menjelang di pinggir jalan tersebut mulai banyak bermunculan para pedagan makanan yang siap menjajakan dagangannya untu mereka yang hendak mengisi perutnya setelah penat mengisi hari ataupun yang hanya sekedar melintas di daerah tersebut.
Daerahnya yang dekat dengan Bulungan dan juga adanya beberapa night club membuat daerah tersebut tidak pernah sepi. Yang terkenal dan menjadi trade mark daerah ini adalah "gultik" atau gule tikungan. Berupa nasi putih yang disajikan dengan gulai daging(lebih banyak kikilnya sih daripada dagingnya) ditambah krupuk dan sambal. Harganya yang tidak lebih dari 5000 rupiah membuat makanan ini banyak menjadi incaran anak-anak muda yang kebetulan melintas disitu. Selain itu banyak juga anak muda ditempat ini yang tidak hanya bertujuan untuk mencari makanan tapi memang dikhususkan datang untuk mencari hiburan ditempat ini. Hal inilah yang tampaknya membuat tempat ini sedikit mendapatkan cap negatif dari beberapa orang. Memang kita tidak dapat menutup mata bahwa ditempat ini banyak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melangsungkan bisnis tidak halalnya.
Namun untuk tempat melepas lelah dan sekedar untuk mengisi perut untuk kemudian jalan lagi saya rasa tempat ini sangat cocok. Selain karena kita dapat memesan makanan dari dalam mobil jadi tidak perlu turun selain itu harganya juga tidak terlalu mahal sehingga tidak menguras isi kantong bagi yang uangnya pas-pasan. Selamat menikmati gule tikus eh gule tikungan maksudnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)
