Thursday, February 4, 2010

Gule Tikungan


Jakarta bisa dibilang sebagai kota yang tak pernah mati. Setelah matahari tergelincir di ufuk barat maka geliat lain dari ibukota inipun mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Salah satu daerah yang tak pernah sepi dan selalu tampak ramai adalah bundaran di dekat Blok M Plaza. Saat malam menjelang di pinggir jalan tersebut mulai banyak bermunculan para pedagan makanan yang siap menjajakan dagangannya untu mereka yang hendak mengisi perutnya setelah penat mengisi hari ataupun yang hanya sekedar melintas di daerah tersebut.
Daerahnya yang dekat dengan Bulungan dan juga adanya beberapa night club membuat daerah tersebut tidak pernah sepi. Yang terkenal dan menjadi trade mark daerah ini adalah "gultik" atau gule tikungan. Berupa nasi putih yang disajikan dengan gulai daging(lebih banyak kikilnya sih daripada dagingnya) ditambah krupuk dan sambal. Harganya yang tidak lebih dari 5000 rupiah membuat makanan ini banyak menjadi incaran anak-anak muda yang kebetulan melintas disitu. Selain itu banyak juga anak muda ditempat ini yang tidak hanya bertujuan untuk mencari makanan tapi memang dikhususkan datang untuk mencari hiburan ditempat ini. Hal inilah yang tampaknya membuat tempat ini sedikit mendapatkan cap negatif dari beberapa orang. Memang kita tidak dapat menutup mata bahwa ditempat ini banyak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melangsungkan bisnis tidak halalnya.
Namun untuk tempat melepas lelah dan sekedar untuk mengisi perut untuk kemudian jalan lagi saya rasa tempat ini sangat cocok. Selain karena kita dapat memesan makanan dari dalam mobil jadi tidak perlu turun selain itu harganya juga tidak terlalu mahal sehingga tidak menguras isi kantong bagi yang uangnya pas-pasan. Selamat menikmati gule tikus eh gule tikungan maksudnya...

No comments:

Post a Comment