Friday, February 5, 2010

Ice Cream Ragusa/Es Italia

Ya tempat satu ini merupakan tempat favorit saya sejak kecil. Mengapa favorit, karena dulu saat bepergian bersama keluarga untuk menghabiskan waktu saat akhir pekan tidak akan lengkap apabila tidak datang kesini untuk sekedar memesan ice creamnya dan memakannya di mobil. Ice Cream Ragusa konon menurut ceritanya sudah ada sejak zaman Belanda dan ini bisa kita lihat dari foto-foto yang dipajang di dalam restoran tersebut. Citarasa dari Ice cream ditempat ini sungguh istimewa. Susu yang menjadi dasar pembuatan ice cream tersebut begitu terasa dan juga cita rasa lainnya. Waktu saya kecil biasaya saya hanya memesan ice cream coklat yang single dan sangat kesal apabila papa saya memesankan Tutti Frutti, bukan apa-apa karena di dalam Tutti Frutti tersebut ada sejenis asinan yang tidak saya sukai. Ada satu hal lucu yang saya ingat dari masa kecil saya dulu, yaitu pada saat memesan biasanya papa saya menyebut kata single menjadi angkle, entah memang orang disana mengerti tapi setahu saya dari dulu pesanannya tidka pernah salah untuk diberikan kepada saya.
Letaknya yang ada disamping Mesjid Istiqlal memang tidak gampang ditemukan namun bagi mereka yang sudah lama mengenal tempat ini atau setidaknya orang tua kita pastilah tahu tempatnya. Sebenarnya tidak hanya ice cream saya yang dijajakan disini. Memang jajanan lain yang disajikan bukan berasal dari Ragusa namun bila kita coba sate dan asinan yang dijual disana cukup nikmat walaupun harganya tampaknya disesuaikan dengan kantong mereka yang banyak makan di Ragusa.
Ada satu lagi kekhasan dari tempat ini yaitu dengan adanya seorang pengamen yang tampakany sudah lama berada disana. Dengan gitar kosong dan ditemani harmonika biasanya pengamen ini membawakan lagu-lagu hits tempo dulu seperti lagu dari The Beatles ataupun grup zaman itu dan hal ini tampaknya menjadi nilai lebih bagi sebagian orang terutama orang-orang tua yang ingin bernostalgia sambil membawa anak-anaknya pada weekend. Kekurangan dari tempat ini hanya satu dan tampakanya itu memang disengaja karena dari dulu sampai sekarang hal itu tampak tidak pernah dirubah yaitu kapasitasnya yang tidak pernah diperbesar, jadi apabila kita datang pada saat ramai terpaksa kita harus menunggu sambil menelan ludah melihat orang lain atau anak kecil dengan sedapnya sendang menyantap Banana Splitnya.
Selamat menikmati...

No comments:

Post a Comment